Sabtu, 30 Mei 2015

Peranan Media Massa Dalam Dakwah Islam

Kata Pengantar
            Alhamdulillahi rabbil’alamin segala puji syukur kepada Allah Swt yang telah memberikan kemampuan untuk melaksanakan kewajiban sebagai hambanya untuk menuntut ilmu. Dan memberikan hidayah serta petunjuk kepada semua makhluknya yang ada di muka bumi ini. Dengan segala kehendak Allah Swt akhirnya saya bisa menyelesaikan tugas ujian akhir semester ini dengan judul “ Peranan Media Massa Dalam Dakwah Islam”.
            Karya ilmiyah ini dibuat untuk memenuhi tugas ujian akhir semester dalam mata kuliah World View Islam. Di samping itu semua penulis banyak mengucapkan terima kasih kepada dosen pengampu yang telah memberikan bimbingan kepada penulis sehingga terselesainya karya ilmiyah ini. Harapan dari karya ilmiyah ini supaya dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih dan dapat menyadarkan betapa pentingnya ilmu terhadap kehidupan di masa yang akan datang.
            Dengan terselesainya karya ilmiyah ini meskipun ada kekurangan belum bisa menjadi  yang sempurna karena kesempurnaan itu hanya dimiliki oleh Allah Swt. yang tidak akan dimiliki oleh hambanya. Tapi sebagai manusia harus tetap berusaha untuk mencapai hasil yang terbaik dan menjadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Akhir kata dengan segala kerendahan hari penulis mengucapkan mohon maaf dan terima kasih, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua,
Amin............................
                                                                                                               

                                                                                                                    Ponorogo, 30 Mei  2015
                                                                                                            Penulis



DAFTAR ISI
Kata Pengantar ……………………………………………………………….  1
Daftar Isi ………………………………………………………………………  2
BAB 1
PENDAHULUAN…………………………………………………………….. 3
Latar Belakang ……………………………………………………………….. 3
Rumusan Masalah …………………………………………………………… 3
Tujuan dan Manfaat ………………………………………………………...  3
BAB 2
PEMBAHASAN ……………………………………………………………..  4
Pengertian Media Massa ….………………………………………………..   4
Dakwah dan Studi Komunikasi ...………………………………………….   5
Metode atau Pelaksanaan Dakwah Islam .…………………………………  6
Dakwah Islam Dengan Media Massa  ...……………………………………  7
Tantangan Dakwah Dan Kebijakan Media Massa  ...……………………..  9
BAB 3
PENUTUP ………………………………………………………………….  11
Kesimpulan …………………………………………………………………  11
Saran ………………………………………………………………………..  11
Daftar Pustaka ……………………………………………………………..  11




BAB 1
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
      Dalam dunia ini manusia tidak lepas dengan namanya berkomunikasi antara satu sama lainnya. Dari zaman nabi Adam sampai hari akhir nanti akan tetap ada yang  namanya komunikasi walaupun di era dewasa ini banyak cara untuk melakukan komunikasi dengan baik dan mudah. Adapun definisi dari komunikasi sendiri adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan antara komunikator kepada komunikan yang ada timbal balik, sehingga pesan yang disampaikan dapat dimengerti oleh penerima. 
·         Komunikator : Orang / kelompok orang yang menyampaikan informasi atau pesan
·         Komunikan : orang atau kelompok orang yang menerima pesan.
      Di masa yang sekarang ini sudah banyak lahir alat bantu untuk berkomunikasi sehingga manusia sudah tidak susah untuk melakukan komunikasi walaupun berada di jarak yang amat jauh. Semakin bertambahnya zaman maka semua alat akan semakin canggih dari sebelumnya. Dalam dunia komunikasi banyak mempelajari tentang media yang menjadi saluran untuk menyampaikan informasi kepada khalayak yang akan memberikan timbal balik kepada media tersebut.
B.     Rumusan Masalah
Adapun masalah yang akan diulas dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
a.       Apa pengertian dari media massa?
b.      Bagaimana dakwah dan paradigma komunikasi?
c.       Menjelaskan metode dakwah islam?
d.      Menjelaskan dakwah dalam  media?
e.       Rintangan dakwah dengan media massa?
C.    Tujuan dan manfaat
a.       Agar kita dapat mengetahui dan mempelajari apa itu komunikasi
b.      Agar memahami peranan media massa dalam islam.
c.       Mengetahui apa saja yang dapat dilakukan dengan media massa
d.      Menambah wawasan dan ilmu tentang islam dan media
BAB 2
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Media Massa
      Media massa adalah alat yang digunakan dalam penyampaian pesan-pesan dari sumber kepada khalayak (menerima) dengan menggunakan alat-alat komunikasi mekanis. Dengan adanya media massa kita dapat menggunakannya sebagai sarana komunikasi dan juga sebagai sarana mendapatkan informasi yang aktual.
Fungsi media komunikasi
Ä      Fungsi Menjelaskan
      Fungsi untuk menjelasan merupakan fungsi utama dari media komunikasi. Media komunikasi pertama kali dikembangkan untuk membantu menjelaskan sesuatu. Informasi itu sendiri adalah materi pembelajaran yang sudah sesuai dengan materi kurukulum yang berlaku. Dengan demikian dalam fungsi ini menempatkan media komunikasi sebagai alat bantu menjelaskan atau memaparkan materi informasi.
Ä      Fungsi Menjual Gagasan
      Fungsi ini hampir sama dengan fungsi yang pertama, dan perbedaannya terletak pada isi dan sumber informasi yang akan disampaikan. Dalam fungsi menjual gagasan isi dan sumber berasal dari penyaji itu sendiri. Fungsi ini sering membantu komunikan untuk menyampaikan gagasan baru yang bersifat inovatif yang biasanya gagasan untuk memecahkan masalah.
Ä      Fungsi Pembelajaran
      Yang dimaksud dengan fungsi pembelajaran adalah fungsi media untuk membelajarkan siswa atau mahasiswa yang bukan hanya sekedar menerima informasi yang disuguhkan tetapi bagaimana media dapat merangsang siswa untuk beraktivitas mencapai tujuan pembelajaran. Posisi media bukan hanya sebagai penyaji akan tetapi juga memperhatikan posisi penerima pesan.

Ä      Fungsi Administratif
      Fungsi administratif adalah pemanfaatan media sebagai alat bantu lembaga pendidikan dalam menyebarkan informasi tentang kegiatan administrasi akademik. Dilihat dari fungsinya media pembelajaran harus dikemas sesuai dengan kegunaannya.[1]
B.     Dakwah dan Studi Komunikasi
      Dakwah sebagai aktivitas dan fenomena agama telah tumbuh sebagai bidang kajian yang dipelajari dan dikembangkan di perguruan tinggi. Meskipun demikian dakwah sebagai kegiatan dan fenomena sosial dapat juga ditelaah dan dikaji melalui studi komunikasi yang sudah berkembang secara internasional.
      Dakwah dan komunikasi memiliki kaitan yang erat dan tidak dapat dipisahkan. Dakwah dapat menjadi salah satu bentuk komunikasi manusia, dan sebaliknya. Dakwah memiliki karakteristik yang membedakan dengan berbagai bentuk komunikasi yang ada dalam masyarakat.
        i.            Karakteristik Dakwah
      Dakwah identik dengan istilah penyiaran atau penyebaran serta ajakan untuk mengikuti apa yang akan di perintahkan. Adapaun pengertian dari dakwah menurut  para ulama’ besar adalah sebagai berikut:
o   Syekh Muhammad al-Khadir Husin menyatakan bahwa dakwah adalah menyeru manusia kepada kebajikan dan petunjuk serta menyuruh kepada kebajikandan melarang kemungkaran agar mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat.
o   Toha Abdurrahman menyatakan bahwa dakwah ialah dorongan atau ajakan manusia kepada kebaikan serta melarang kemungkaran untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat.
o   Toha Jahya Omar (1967) menyatakan bahwa dakwah menurut islam adalah mengajak manusia dengan cara yang bijaksana kepada jalan yang benar sesuai peringantan tuhan untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan akhirat.
o   M. Quraisy Shihab (1992:194) menulis bahwa dakwah adalah seruan atau ajakan kepada keinsafan atau usaha mengubah situasi kepada yang lebih baik dan sempurna terhadap individu dan masyarakat.
o   Asep Muhiddin (2002:19-20) menyebut bahwa dakwah adalah upaya kegiatan mengajak atau menyeru umat manusia agar berada di jalan Allah yang sesuai fitrah dan kehanifannya secara integral melalui kegiatan lisan, tulisan, nalar dan perbuatan.[2]
      Jadi, dakwah sebagai gejala keagamaan sekaligus memiliki relevansi kemanusiaan dan kemasyarakatan yang amat kuat. Pelaksanaan dakwah penting sekali dalam keharmonisan sosial dalam rangka perwujudan manusia seutuhnya dan yang sempurna.
      ii.            Dimensi Dakwah
      Dakwah merupakan fenomena keagamaan yanag bersifat ideal normatif sekaligus juga meruapakan fenomena sosial yang rasional, aktual, dan empiris sebagai sunnatulah. Maka dari itu dakwah berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi.
    iii.            Hakikat Komunikasi
      Komunikasi sebagai fenomena sosial, susungguhnya telah hadir sejak perjumpaan Adam dan Hawa di muka bumi ini. Karena perjumpaan itu maka membutuhkan komunikasi. Banyak orang yang menyebut komunikasi sebagai perakat hidup bersama dan merupakan aktivitas yang hadir bersama kehadiran dan pertemuan Ada dan Hawa.
C.    Metode atau Pelaksanaan Dakwah Islam
            Keharmonisan pada alam, tercipta dengan sendirinya karena alam secara otomatis tunduk kepada hukum-hukumnya sendiri (sunnatullah) tanpa membantah. Karena manusia tidak sama dengan alam, maka manusia dalam menciptakan hubungan yang harmonis baik hubungan dengan alam maupun hunbungan manusia dengan sesamanya, maka manusia harus memahami sunnatullah yang menguasai alam dan menguasai manusia. Dengan kekuatan akal yang dimiliki manusia sebagai anugrah tuhan, manusia akan lebih mempu mengetahui tentang lingkungannya atau masalah duniawinya.
            Bila akal digunakan sebaik-baiknya, manusia akan dapat mengerti hukum-hukum yang menguasai jagat raya itu dengan segala isinya, dan dapat memanfaatkan hukum-hukum tersebut dalam menjalakan tugasnya sebagai khalifah di dunia.
            Dengan kemantapan iman dan takwa yang mendalam, ditambah dengan keluasan ilmu pengetahuan, manusia mencapai puncak kemanusiaan yang tertinggi, karena melahirkan amal shaleh yang dapat membawa manusia kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
            Bidang iman dan segala aspeknya adalah otoritas agama melalui wahyu sedangkan bidang ilmu pengetahuan menjadi wewenang manusia untuk mengumpulkannya dan mengembangkannya di dunia ini. Ilmu tersebut adalah meliputi ilmu tentang alam dan ilmu tentang manusia dalam hubungan sesama manusia yang disebut ilmu-ilmu sosial.
            Ilmu dan teknologi merupakan produk dari kerja akal penalaran serta keterampilan manusia, yang sangat berguna dalam memakmurkan bumi serta mengembangkan kebudayaan dan peradaban. Ilmu dan teknologi juga sangat diperlukan dalam pelaksanaan dan pengembangan dakwah efektif. Tanpa pemanfaatan ilmu dan teknologi dakwah tidak akan berlangsung efektif. Dakwah sebagai amal shaleh selain membutuhkan iman dan takwa, dakwah juga membutuhkan dimensi ilmu dan teknologi, karena melakukan dakwah harus selaras dengan hukum-hukum tuhan yang menguasai lingkungan sosial manusia.
            Dapat disimpulkan bahwa ilmu dan teknologi dalam pelaksanaan dakwah sangat diperlukan untuk mencapai efektivitas dan efesiensi. Ilmu yang sangat dekat dengan dakwah yaitu ilmu komunikasi yang telah berkembang dan diakui secara internasional. Ilmu komunikasi adalah imu yang bersifat eklektif, yaitu melintasi berbagai bidang disiplin lainnya, terutama ilmu sosial yang rasional dan empiris. Sedangkan teknologi yang dekat dengan dakwah adalah teknologi komunikasi terutama yang berkaitan dengan media massa (Pers, film, radio, televisi) dan media interaktif atau media sosial melalui komputer ataupun gadget dengan menghubungkan ke internet.


D.    Dakwah Islam Dengan Media Massa
a.      Eksistensi Media Dan Media Massa
            Belum pernah dalam sejarah, manusia dapat menyebarkan gagasannya dan dapat menyampaikan isi dakwah kepada banyak orang dengan cepat. Semua media dapat menjadi media dakwah. Sebaliknya dakwah memberi kontribusi kepada media, dalam bentuk moral dan etika yang dikenal dengan kode etik. Tanpa moral dan etika yang kuat, media terutama madia massa tidak dapat melaksanakan semacam “malpraktik”. Justru itu kaitan media dengan dakwah dapat berlangsung secara simbiosis mutualis.
            Media merupakan perkembangan dari ilmu dan teknologi sebagai bentuk penguasaan manusia terhadap sunnatullah yang menguasai alam. Hukum-hukum tuhan yang berkaitan dengan media dan terutama media massa, harus dipahami dan dikuasai, agara kehadiran media massa bermanfaat bagi manusia dalam menopang kebudayaan dan peradabannya. Justru itu media sangat penting dan memiliki urgensi bagi dakwah terutama media massa yang dapat menjangkau khalayak dengan cepat.
            Pada hakikatnya media adalah segala sesuatu yang merupakan saluran dengan mana seseorang menyatakan gagasan, isi jiwa atau kesadarannya. Dengan kataa lain media adalah alat untuk menyalurkan gagasan manusia dalam kehidupan masyarakat. Media dibagi oleh Arifin ke dalam 3 bentuk :
        i.            Media yang menyalurkan ucapan (spoken word)
Termasuk juga yang berbentuk bunyi, yang sudah dikenal sejak dahulu dan dapat dimanfaatkan sebagai medium utama. Dan dapat ditangkap oleh telinga maka dinamakan juga auditive media. Yang tergolong dalam media ini antara lain : gendang, kentongan, telepon, radio.
      ii.            Media yang menyalurkan tulisan (printed writing)
Karena hanya bisa di tangkap  oleh mata maka disebut juga visual media media yang termasuk golongan ini : pamflet, poster, brosur, baliho, spanduk, surat kabar.
    iii.            Media yang menyalurkan gambar hidup
Karena dapat ditangkap oleh mata dan telinga sekaligus, maka disebut audio visual da yang termasuk dalam media ini hanya film dan televisi.
b.      Fungsi Media Massa Dan Dakwah
            Selain media komunikasi yang melayani khalayak yang luas, pers, film, radio,dan televisi, juga merupakan lembaga sosial. Bahkan jenis-jenis media massa itu dapat juga menjadi “alat perjuangan” politik atau “alat perjuangan” ekonomi atau “alat perjuangan” la khayr amar ma’ruf dan nahy mungkar (dakwah), baik dalam arti universal , maupun dalam arti khusus.
Media sebagai lembaga sosial memiliki sifat-sifat kelembagaan. Media menyelenggarakan dan melayani informasi dengan cepat dann teratur secara melembaga.
            Fungsi dakwah yang dapat diperankan oleh media massa adalah menjaga agar media massa berpihak kepada kebaikan, kebenaran, dan keadilan universal sesuai dengan fitrah dan kehanifaan manusia, dengan selalu taat keapda kode etiknya. Dengan demikian media massa tidak melakukan “malpraktik” dengan setia menjalankan tanggung jawab sosialnya., seperti tidak menyiarkan berita bohong, pornografi, dan sensasi. Sedangkan fungsi dakwah yang lain yang dapat dijalakan oleh media elektronik adalah menyiarkan adzan setiap waktu menjelang shalat, menyiarkan khutbah di hari raya idul Fitri dan idul Adha, ceramah agama, dialog, dan peringatan acara-acara islam dan sebagainya.
            Sesungguhnya fungsi dakwah yang bersifat universal dari media massa telah melekat secara inheren dalam pelaksanaan kode etiknya dan konsisten menjaga dan membina moral dan etika masyarakat. Sedangkan fungsi dakwah secara khusus yang birisi [esan aqidah (dakwah islamiyah) media massa, dapat dilakukan dengan mendirikanatau memiliki salah satu atau semua jenis media massa ( pers, radio, televisi, film) dengan mempertahankan aspek ekonomi dari media massa agar dapat tetap bereksistensi.
E.     Tantangan Dakwah Dan Kebijakan Media Massa
            Para dai dan mubaligh dapat memilah dan memilih jenis media massa untuk dimanfaatkan dalam menyalurkan pesan dakwah kepada khalayak. Hal ini bukan yang sederhana karena media massa memiliki kebijakan, yang dapat menolak atau menerima pesan dakwah yang berasal dari luar. Artinya media massa bukan “robot” yang pasif, melainkan lembaga sosial yang aktif melakukan penyaringan terhadap semua ide yang datang dari luar. Media massa dapat melayani berbagai kepentingan, sesuai dengan eksistensi masing-masing jenis media massa. Sebagai lembaga sosial, pers, film, radio, atau televisi masing-masing memiliki kebijakan sendiri yang dikenal dengan politik media.
            Penetapan media massa yang akan digunakan sebagai media dakwah tentu harus disesuaikan dengan kebijakan masing-masing media massa atau agenda masing-masing media. Pada umumnya media massa di Indonesia memiliki kebijakan yang “membuka pintu” bagi kegiatan yang berkaintan dengan dakwah. seperti mimbar islam atau mimbar jumat setiap hari jumat dan menyediakan tempat atau kolom untuk artikel atau opini dan berita yang berkaitan dengan dakwah akidah, syariah dan akhak. Hal ini merupakan tantangan bagi dai dan mubaligh untuk berdakwah melalui tulisan atau artikel. Disamping itu radio dan televisi di Indonesia juga menyediakan waktu khusus menyalurkan dakwah seperti adzan, ceramah, atau dialog agama islam. Bahkan media tersebut menyiarkan langsung acara hari raya Idul Fitri dan Idul Adha, khutbah jumat serta pelajaran bahasa arab.
            Selain itu undang-undang pers membolehkan adanya surat kabar yang khusus untuk kegiatan dakwah. Namun semua itu memerlukan biaya yang besar dan organisasi yang rapi dengan manajemen yang baik, serta sumber manusia yang professional.
            Jika para dai atau mubaligh ingin memanfaatkan media massa  sebagai media dakwah, maka para dai atau mubaligh harus mampu memahami dan sekaligus memengaruhi kebijakan pers, radio dan televisi. Hal ini merupakantantangan bagi para dai atau mubaligh karena di negara demokrasi dengan perkembangan media kearah bisnis, media lebih mandiri dan otonom sehingga sukar dikendalikan dan dikontrol dari pihak laur dirinya.
            Dalam upaya memilah dan memilih media dakwah yang akan dimanfaatkan terutama di negara demokrasi, maka langkah strategis yang harus ditempuh oleh dai atau mubaligh adalah melakukan hubungan timbal balik dengan media massa, terutama para komunikator professional yaitu para wartawan atau jurnalis.



BAB 3
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            Pada masa yang sekarang ini banyak perbedaan dengan masa penyebaran islam di zaman rasulullah. Lebih mudah dan lebih cepat untuk melakukan dakwah secara kilat tanpa harus menunjukkan diri kehadapan orang banyak. Dengan adanya media massa dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam menyebarkan dakwah islamiyah.
B.     Saran
            Dengan melalui  makalah ini kami selaku penyusun  mengharapkan  khususnya semua mahasiswa komunikasi   dapat mengetahui serta memahami tentang media massa yang ada dan cara pemanfaatannya.

Daftar Pustaka
Ä      Arifin, Anawar Dakwah Kontemporer Sebuah Studi Komunikasi ,Graha Ilmu, Yogyakarta, 2011
Ä      Mufid, Muhammad, Komunikasi & Regulasi Penyiaran, Kencana, Jakarta : 2010
Ä      Sanjaya, Wina, Media Komunikasi Pembelajaran, Kencana, Jakarta : 2012




[1] Sanjaya, Wina Media Komunikasi Pembelajaran, Jakarta, Kencana, 2014 hal 88-89
[2] Arifin, Anwar Dakwah Kontemporer Jogjakarta, Graha Ilmu, 2011, hal 35-37

1 komentar: