|
Ahmad Fajri Fadhili
Ilmu Komunikasi
Fakultas Humaniora
|
Sebelum mengetahui tentang sebuah penyiaran maka kita
harus tahu terlebih dahulu apa yang di maksud dengan penyiaran. Penyiaran adalah Pancaran
melalui ruang angkasa oleh sumber frekuensi dengan sinyal yang mampu diterima
di telinga atau didengar dan dilihat oleh publik (Chester, Garrison, Willis
dalam buku “Television and Radio”). Penyiaran merupakan bentuk pengiriman pesan
yang diterima melalui media televisi dan radio dengan cara tidak dikontrol
secara teknik oleh penerima. Sistem penyiaran di bagi menjadi tiga bagian
diantaranya : 1) sistem penyiaran kabel, 2) sistem penyiaran nirkabel, 3)
sistem penyiaran satelit. Untuk lebih jelasnya definisi dari ketiga sistem
penyiaran tersebut simak penjelasan sebagai berikut.
Sistem Penyiaran Kabel adalah sistem
penyiaran lewat isyarat frekuensi yang ditransmisikan melalui serat optik yang
tetap atau kabel coaxial dan bukan lewat udara seperti sekarang. Adapun cara
kerja penyiaran dalam sebuah sistem kabel, isyarat mungkin telah melampaui 30
atau 40 amplifier sebelum mencapai rumah kita, satu tiap 1000 kaki atau lebih,
dengan masing-masing amplifier kita bisa mendapatkan gangguan dan distorsi.
Ditambah lagi jika salah satu dari amplifier gagal kita akan kehilangan gambar. Sistem kabel memiliki
reputasi tidak memiliki kualitas gambar yang baik dan tidak dapat dipercaya.
Sistem Penyiaran Nirkabel adalah proses
transfer informasi atau pesan antara dua atau lebih titik yang terhubung oleh
perangkat. Jarak bisa pendek atau lebih jauh bahkan jutaan kilometer ruang
dalam komunikasi radio. Jaringan nirkabel digunakan untuk memenuhi kebutuhan banyak. Penggunaan yang
paling umum seperti menghubungkan laptop yang melakukan perjalanan dari lokasi
ke lokasi. Contoh dari teknologi nirkabel termasuk GPS unit, pembuka pintu
garasi atau pintu garasi, wireless mouse komputer, keyboard dan headset
(audio), headphone, penerima radio.
Sistem Penyiaran Satelit adalah jenis penyiaran yang menggunakan modulasi
digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara dan data ke
pesawat. Siaran menggunakan sistem digital memiliki ketahanan terhadap gangguan
dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui kode koreksi error.
Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh lebih akurat dan
beresolusi tinggi.
Radio
digital
adalah teknologi radio yang mengirimkan informasi menggunakan
sinyal digital. Radio digital adalah generasi penerus dari radio analog. Radio
ini memiliki banyak kelebihan seperti suara yang lebih jernih dibanding radio
analog, mutu sinyal yang lebih bagus, dan berbagai fasilitas lain seperti dapat
di-pause, di-rewind, atau disimpan sementara apabila ingin mendengarkannya
nanti. Sistem IBOC bekerja dengan menggabungkan sinyal audio analog dengan
sinyal audio digital agar diperoleh kompatibilitas antara penyiaran radio
analog dengan penyiaran radio digital, baik pada radio AM maupun FM. Sistem
penyiaran radio digital IBOC yang juga disebut sebagai “HD-Radio” dikembangkan
oleh iBiquity Radio dan secara resmi telah ditentukan sebagai sistem penyiaran
radio digital di Amerika Serikat.
Kelebihan
radio digital
- Radio
digital memiliki kualitas yang lebih baik dibanding dengan radio
konvensional. Suara yang dihasilkannya tahan terhadap gangguan suara dari
sinyal radio lain, sehingga tidak mungkin terdapat tumpang tindih antara
saluran yang satu dengan saluran yang lainnya.
- kualitas
suara yang dihasilkannya bagus dan jernih, seperti CD.
- Radio
digital juga dilengkapi dengan layanan yang
bersifat interaktif dan ubiquitous yang berarti
kapan saja, dimana saja, dan dengan alat apa saja. Pendengar akan lebih
mudah untuk mengikuti acara voting dan
kompetisi-kompetisi yang diselenggarakan stasiun radio. Termasuk aktivitas
dalam sebuah diskusi maupun [[talk sho
- frekuensi
pada radio digital memiliki Single Frequency Network, sehingga
pada satu kanal (saluran) dapat diisi oleh lima sampai enam program radio.
- spektrum sinyal
pada radio digital juga lebih stabil dibanding pada radio konvensional.
- radio
digital juga memiliki efisiensi daya pancar dan
efisiensi infrastruktur, sehingga dapat meminimalisir biaya
produksi.
- Penelitian
di Jepang menyatakan bahwa sistem digital broadcast ini
dapat dimaksimalkan sebagai alat penyebar informasi potensi bencana,
atau Emergency Warning System (EWS). Dengan sistem ini,
semua perangkat digital seperti radio digital, televisi digital, PDA,
komputer yang terkoneksi secara online, penerima pesan di telepon
digital, portabel DVD player digital, bisa dimanfaatkan untuk
menyebarkan informasi mengenai bencana tersebut kepada masyarakat.
Televisi
Digital
adalah jenis TV yang menggunakan modulasi digital dan sistem
kompresi untuk menyebarluaskan video, audio, dan signal data ke pesawat
televisi. Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV),
yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9
(TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. Ia memiliki resolusi yang
jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas,
dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada
biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang
digunakan di Indonesia. Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat
televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan
penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan
pesawat TV digital.
Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat penerima televisi
analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut
rangkaian konverter (Set Top Box). Sinyal siaran digital diubah oleh rangkaian
konverter menjadi sinyal analog, dengan demikian pengguna pesawat penerima
televisi analog tetap bisa menikmati siaran televisi digital. Dengan cara ini
secara perlahan-lahan akan beralih ke teknologi siaran TV digital tanpa
terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan
risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat.
Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan
perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu
mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima
siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun
infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal
dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi
dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini
seperti studio, bangunan, sumber daya manusia dan lain sebagainya.
Apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon
penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara
digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada
risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi
digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan,
serta penyedia isi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar