Kamis, 26 Februari 2015

Islampun Mengatur sampai ke tempat tidur

DALAM Islam, tak ada satupun urusan di dunia ini yang tidak dibahas. Termasuk juga urusan tempat tidur, alias jima suami istri. Betapa indahnya. Islam mengatur hubungan suami istri sedemikian rupa, terutama untuk menjaga kesucian, menjunjung martabat wanita (istri), dan tidak sedikitpun mengurangii gelora suami. Untuk itu, disarikan dari beberapa dalil yang sudah diakui oleh para ulama, maka bisa disarikan, ada beberapa aturan soal tempat tidur dalam Islam. Berikut di antaranya:
1.Sebelum berjima, hendaklah pasutri berwudhu terlebih dahulu agar dalam berhubungan nanti tidak ada gangguan syaitan.
2.Sesudah berwundhu hendaklah pasutri melakukan shalat sunah 2 rekaat.
3.Sesudah melakukan shalat ditutup dengan doa.
4.Sebelum melakukan hubungan hendaklah membaca doa.
5.Setelah selesai berdoa hendaklah mencium kening istri dengan mengucapkan salam.
6.Setelah mencium kening hendaklah mencium pipi kanan dan kiri.
7.Setelah selesai mencium pipi buka baju bersama dan masuk dalam sarung/selimut kemudian matikan lampu.
8.Saat berhubungan intim ruangan haruslah tertutup. Bahkan jika ada seekor kucing pun dalam ruangan, maka kucing itu harus dipindahkan dahulu dari ruangan.
Islam tidak hanya mengatur urusan tempat tidur saja akan tetapi juga mengatur berbagai bidang segi kehidupan. Artinya umat Islam tidak sekadar untuk urusan dunia saja tetapi juga urusan akhirat umat selamat.
“Dalam kemaluanmu itu ada sedekah.” Sahabat lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kita mendapat pahala dengan menggauli istri kita?.” Rasulullah menjawab, “Bukankah jika kalian menyalurkan nafsu di jalan yang haram akan berdosa? Maka begitu juga sebaliknya, bila disalurkan di jalan yang halal, kalian akan berpahala,” (HR. Bukhari, Abu Dawud dan Ibnu Khuzaimah). []

Sumber:https://www.islampos.com

Minggu, 15 Februari 2015

Sistem Penyiaran


Ahmad Fajri Fadhili
Ilmu Komunikasi
Fakultas Humaniora
Sistem Hukum Indonesia

            Sebelum mengetahui tentang sebuah penyiaran maka kita harus tahu terlebih dahulu apa yang di maksud dengan  penyiaran. Penyiaran adalah Pancaran melalui ruang angkasa oleh sumber frekuensi dengan sinyal yang mampu diterima di telinga atau didengar dan dilihat oleh publik (Chester, Garrison, Willis dalam buku “Television and Radio”). Penyiaran merupakan bentuk pengiriman pesan yang diterima melalui media televisi dan radio dengan cara tidak dikontrol secara teknik oleh penerima. Sistem penyiaran di bagi menjadi tiga bagian diantaranya : 1) sistem penyiaran kabel, 2) sistem penyiaran nirkabel, 3) sistem penyiaran satelit. Untuk lebih jelasnya definisi dari ketiga sistem penyiaran tersebut simak penjelasan sebagai berikut.