Sebelum
kita membicarakan tentang pendiri Pondok
Modern Darussalam Gontor kita harus
mengenal telebih dahulu tentang kepribadian mereka. Dan kita harus bisa
mencontoh mereka dalam menyiarkan syari’at islam karena beliau bertiga adalah
pencetus Pondok Modern Darusslam dengan usia yang masih sangat muda. Meraka adalah K.H. Ahmad Sahal
lahir di desa Gontor Ponorogo pada tanggal 22 mei 1901.
Putera kelima dari Kyai Santoso Anom Besari, K.H. Zainuddin
Fanani lahir di Gontor Ponorogo pada tanggal 23 Desember 1908. Putera keenam
Kyai Santoso Anom Besari, K.H. Imam Zarkasyi lahir di desa Gontor pada tanggal
21 Maret 1910. Putera ketujuh Kyai Santoso Anom Besari. Mereka mewakafkan
Pondok Modern Darussalam Gontor kepada umat islam dunia dan tidak berhak
bagi keluarga untuk memilikinya. Dan
demikian lah Pondok di wakafkan 12 Oktober 1958 M. Dan sekarang yang
bertanggung jawab atas semua itu adalah para pimpinan Pondok Modern Darussala
Gontor. Meraka adalah Dr. KH Abdullah Syukri Zarkasyi, MA, K.H. Hasan Abdullah
Sahal, dan KH Syamsul Hadi Abdan, S.Ag.
mereka baertiga sekarang yang neartanggung jawab atas wakaf pendiri Pondok
Modern
Darussalam Gontor. Pada Selasa (20/5) pagi, segenap guru-guru beserta siswa-siswa akhir Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) memadati Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara pagi itu adalah Pengarahan dan Pembagian Tugas Ujian Lisan Akhir Tahun. Di awal acara, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., berkesempatan menyampaikan arahannya kepada segenap guru-guru dan siswa-siswa akhir KMI. Beliau berpesan, dalam mengerjakan tugas harus diniati karena Allah dan untuk Allah. Karena Allah-lah yang mengawasi dan menilai apa yang kita kerjakan. K.H. Hasan Abdullah Sahal berkesempatan melanjutkan dengan menyampaikan perihal isi Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor kepada segenap yang hadir. “Amanat, saya su’udzon dengan semua yang ada di dalam pondok, apakah mereka itu membaca piagam wakaf pondok atau tidak?” ungkap beliau di awal arahannya.
Darussalam Gontor. Pada Selasa (20/5) pagi, segenap guru-guru beserta siswa-siswa akhir Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) memadati Aula Balai Pertemuan Pondok Modern (BPPM). Acara pagi itu adalah Pengarahan dan Pembagian Tugas Ujian Lisan Akhir Tahun. Di awal acara, Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG), Dr. K.H. Abdullah Syukri Zarkasyi, M.A., berkesempatan menyampaikan arahannya kepada segenap guru-guru dan siswa-siswa akhir KMI. Beliau berpesan, dalam mengerjakan tugas harus diniati karena Allah dan untuk Allah. Karena Allah-lah yang mengawasi dan menilai apa yang kita kerjakan. K.H. Hasan Abdullah Sahal berkesempatan melanjutkan dengan menyampaikan perihal isi Piagam Penyerahan Wakaf Pondok Modern Darussalam Gontor kepada segenap yang hadir. “Amanat, saya su’udzon dengan semua yang ada di dalam pondok, apakah mereka itu membaca piagam wakaf pondok atau tidak?” ungkap beliau di awal arahannya.
“Dalam piagam wakaf itu, pondok memiliki hak
dan kewajiban yang harus dipenuhi oleh Badan Wakaf selaku pihak yang
menerima wakaf. Jadi, apabila Badan Wakaf tidak dapat menunaikan amanat
ini, maka bisa saja Badan Wakaf akan dibubarkan,” tegas beliau.
“Status
pondok ini sekaligus posisinya dan orientasinya harus diketahui dan
dipahami dengan jelas. Semua yang ada di pondok ini bernilai ibadah. Jangan
sampai karena mengikuti ambisi, nafsu, dan harapan yang semu, kalian tergilas.
Pondok pesantren sudah memiliki pandangan tersendiri dalam
menyikapi Hak Asasi Manusia (HAM), pemberdayaan wanita, demokrasi, dan lain-lain,
maka segala bentuk intervensi yang masuk ke pondok pesantren adalah sebuah
kezaliman,” ungkap beliau.
“Pondok
tidak mendengar perkataan mayoritas atau minoritas, yang ada hanyalah
musyawarah, kebersamaan. Berpikirlah pakai otak, pakai hati, bukan pakai perut!
Buka mata, buka telinga, buka hati, buka otak, dan jangan berpikir anak saya
nanti dapat apa, istri saya dapat apa, nanti saya bagaimana. Yang seperti itu
adalah sampah, sampah dalam perjuangan!” tegas beliau.
Melihat
pidato beliau yang sangat tegas dan membuat suasana tegang menjadikan semua
pandangan tertuju kepada pidatonya. Tak heran jika para pimpinan pondok yang
berbicara di depan panggung semau harus memperhatikan karena hal yang
disampaikan sangat lah penting dan mungkin sekali akan menjadi bekal bagi para
pendengarnya di suatu saat nanti. Beliau sering menyebutkan ayat alqur’an yang mana
ayat ini mengingatkan kita kepada kaum kita dan berbunyi :
وَمَا كَانَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ لِيَنۡفِرُوۡا كَآفَّةً ؕ فَلَوۡلَا نَفَرَ مِنۡ كُلِّ فِرۡقَةٍ مِّنۡهُمۡ طَآٮِٕفَةٌ لِّيَـتَفَقَّهُوۡا فِى الدِّيۡنِ وَ لِيُنۡذِرُوۡا قَوۡمَهُمۡ اِذَا رَجَعُوۡۤا اِلَيۡهِمۡ لَعَلَّهُمۡ يَحۡذَرُوۡنَ
122.
dan [itu] bukanlah ( [yang] sesuai) untuk/karena yang percaya untuk Keluar
untuk [berjuang/ berkelahi] ( Jihâd) Bersama-Sama. dari tiap pasukan
[mereka/nya], suatu [pesta/pihak] Hanya [perlu] Maju, bahwa mereka ( [siapa]
yang ditinggalkan) boleh mendapat/kan instruksi Di (dalam) ( Islâmic) agama,
dan [yang/ agar] mereka boleh memperingatkan orang-orang mereka ketika mereka
kembali ke [mereka/nya], sedemikian sehingga mereka boleh hati-hati ( tentang
[kejahatan/ malapetaka])..
Beliau selalu melanturkan ayat ini dalam pidatonya karena kandungan
dalam ayat ini adalah untuk menjadi orang yang bermanfaat dan memberi peringatan
kepada kaumnya setelah kembali. Di setiap perkumpulan pasti ada ayat ini di
sampaikan kembali oleh K.H. Hasan Abdullah Sahal kepada para santri kelas 6 dan
para guru yang sedang kumpul pada saat itu.
Pada Khutbatul Arsy kemarin (7/9) banyak
yang diungkapkan oleh beliau kepada hadirin yang menghadiri acara tersebut.
Para pendiri Pondik Modern Darussalam Gontor mempunyai cita-cita yang mulia
yaitu menjadikan Darussalam universitas islam yang bermutu. Cita-cita ini
sangat diimpikan oleh para pendiri Pondok Modeern Darussalam Gontor. Cita-cita
ini menjadi tanggungan pimpinan pondok sekarang sterutama K H Hasan Abdullah
Sahal yang berjuang untuk saat ini. Karena keadaan Dr. K.H. Abdullah Syukri
Zarkasyi, M.A belum sembuh dari sakitnya
dengan demikian ust Hasan lah yang sangat terjun untuk memenuhi amanat
pendiri pondok. Pada tahun ini
InstitutStudy Islam Darussalam sudah
menjadi Universitas Darussalam yang menjadi langkah awal untuk menciptakan cita-cita tri murti.
Saat kesempatan Khutbatul Arsy kemarin beliau
sempat memberi nasehat kepada para mahasiswa yang ada khususnya mahasiswa yang
mengabdi di UNIDA. “Sejelek-jelek kalian masih lebih bagus dari pada yang
diluar” ungkap beilau. K H Hasan
Abdullah Sahal sangat mengharapkan kepada mahasiswa agar menerima apa yang
telah di pilih oleh pimpinan untuk mengabdi di tempat-tempat yang telah
ditentukan. Dan beliau juga berpesan kepada mahasiswa yang berada di UNIDA bahwa kalian harus
ikhlas dengan pilihan yang telah di tentikan dan sabar menjalaninya semua itu.
Dari beberapa pidato K H Hasan
Abdullah Sahal menjadikan semangat mahasiswa membara terutama aku sendiri untuk
tidak putus asa dalam menjalankan pengabdian ini. Semoga dengan di tempatkannya
aku disini bisa bermanfaat dan menjadi pelajaran hidup bagi aku. Setiap
mahasiswa pasti meresapi apa yang dikatakan oleh ust Hasan ketika pidato.
Karena beliau sangat tegas masalah amanat yang di berikan pendiri kepada badan
wakaf. Semua harus tahu bahwa Pondik Modern Dariussalam Gontor bukan lah milik
pribadi tapi mmilik umat manusia.
Mungkin demikian saja pembahsan
tentang K H Hasan Abddullah Sahal semoga dengan apa yang saya sampaikan
memberikan kesadaran bagi semua mahasiswa yang ada di UNIDA ini. Dan yang paling saya tekanakan adalah jangan sampai
putus asa dalam menjalani hidup ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar